Elang paham betapa temannya itu khawatir kepadanya sehingga dia tidak menyalahkannya. “Tidak, aku tidak berhutang apapun kepada mereka,” jawab Elang dengan nada suara yang begitu sangat pelan sehingga hanya Niko yang bisa mendengarnya.Setelahnya Elang melepaskan diri dari pelukan Niko, dia lalu mendorong pria itu sedikit agak menjauh darinya. Namun, ternyata hal itu masih belum cukup untuk Niko. Pria itu memilih untuk tetap berada di sana seolah-olah dia ingin tahu lebih banyak tentang apa yang sedang terjadi. Elang tidak bisa mengusir temannya itu karena tidak ingin temannya tersebut malah semakin curiga sehingga dia membiarkannya saja. Yasa dan Yandra merasa aneh dengan kehadiran orang yang mengaku teman Elang itu, tapi keduanya memilih untuk diam terlebih dulu. “Yasa, Yandra … ini Niko, salah satu temanku di apartemen ini. Dia ini pemilik sebuah kedai yang tidak terlalu jauh dari apartemen ini,” kata Elang.Yasa hanya mengangguk singkat pada Niko, persis seperti Yandra yang j
Last Updated : 2025-11-28 Read more