Makanan yang di telan Yasmin menjadi terasa menyangkut di tenggorokan, matanya sesekali melirik Satrio dengan ekor matanya. Dan pria itu juga tengah menatapnya dengan intens. Sungguh sangat berani. ingin sekali Yasmin mengupat. "Waaah, saya gak nyangka ternyata anak kita bersekolah di sekolah yang sama." ucap Satrio, pura-pura kaget dengan kabar yang Angga berikan. "Iyaa, Pak. Saya juga gak nyangka," sahut Angga, dengan nada bangga. "Kalo gitu... Besok ikut camping dong. pak?" tanya Satrio, sambil melirik ke arah Yasmin sekilas. Angga mengeleng. "Saya gak ikut, Pak. Besok ada meeting sama perwakilan Cakrabuana. Jadi Yasmin saja yang ikut," jawabnya, yang di angguki oleh Angga. "Ahhh, iyaa ... Saya lupa, saya juga sebenarnya masih sibuk, tapi... Gimana, mamahnya gak bisa nemenin jadi terpaksa saya yang nemenin." Yasmin mengangkat pandangannya, bertepatan dengan Satrio juga menatapnya. Sesaat tatapan keduanya terkunci, sebelum tubuh Yasmin menegang saat merasakan sentuhan dari b
Read more