"Kak, kamu kenapa nangis. sayaang?" Yasmin menatap sendu putrinya yang tengah sesegukan di layar. Tidak biasanya Bianca menangis sampai seperti itu, pasti ada apa-apa dengan putrinya itu. "Bi, kamu kenapa sayang?" Yasmin kembali bertanya. Bianca akhirnya menggeleng pelan. "Aku gak apa-apa, kok mah. Cuma kangen saja," sahut Bianca, sembari menghapus jejak air matanya. "Beneran?" Yasmin semakin menatapnya dengan penuh selidik. Bianca kembali mengangguk. "Iyaa, Mamah. Maaf udah bikin mamah khawatir," ucap Bianca dari seberang, mencoba menampilkan senyum manisnya. "Syukurlah, kalo gak ada apa-apa." Yasmin menghela napas leganya. "Mamah bentar lagi pulang kok, sebentar lagi keretanya datang." Yasmin kini tengah duduk di kursi stasiun, menanti kereta yang akan membawanya lagi ke Bandung. "Iyaa, mamah." Bianca mengangguk "Hati-hati. Aku kangen," pesannya, membuat perasaan Yasmin menghangat. "Terima kasih sayangnya mamah." ucap Yasmin, tanpa sadar matanya sudah basah. Dan jatuh begit
Last Updated : 2026-01-17 Read more