“Ah, maaf,”Satrio yang pertama memutuskan tatapan. Ia berdiri lebih dulu, lalu mengambil dompet Yasmin dan menyerahkannya kembali.“Terima kasih,” ucap Yasmin sambil menerimanya.keduanya kembali menegakan tubuhnya, berdiri dengan sama-sama merasa canggung. “Iya,” sahut Satrio singkat, mengusap tengkuknya—jelas salah tingkah.“Ahhh, Ini uang yang tadi,” Yasmin menyodorkan uang yang sejak awal sudah ia siapkan.Di kasir tadi, Satrio bersikeras membayar seluruh belanjaan mereka, meski Yasmin sudah berusaha menolak.“Nggak usah. Saya ikhlas kok,” tolak Satrio halus, sambil mendorong pelan tangan Yasmin.“Nggak bisa gitu dong, Pak. Ini belanjaan saya, harus saya yang bayar.”“Nggak apa-apa, Mamahnya temannya Kayla. Nggak seberapa,” tolaknya sedikit sombong. “Nggak bisa dong, Papahnya Kayla. Saya nggak mau berutang nantinya, saya gak enak.” kekeh Yasmin.“Serius, nggak usah. Anggap saja rezeki.”“Saya maunya bayar, Papahnya Kayla.”“Nggak usah, Mamahnya temannya Kayla.”Perdebatan kecil
Last Updated : 2025-12-20 Read more