“Astaga!”Yasmin refleks melempar ponselnya saat pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan kepala Angga menyembul dari baliknya.“Kamu lagi ngapain, sayang?” tanya Angga dengan mata setengah menyipit, jelas masih menahan kantuk.“Emm… ak—perut aku mules,” jawab Yasmin terbata, berusaha terdengar senatural mungkin.Sumpah, jantungnya saat ini terasa seperti hendak copot. Dentumannya terlalu keras, seolah takut ketahuan oleh siapa pun—terutama oleh pria yang berdiri di depan pintu itu.“Ohh…” Angga mengangguk pelan, lalu menyeringai samar. “Jangan lama-lama ya, sayang. Aku kedinginan tanpa kamu.”“Iy—iyaa, bentar lagi selesai kok,” balas Yasmin cepat.“Oke.” Angga menarik kembali kepalanya dari celah pintu, lalu berlalu tanpa repot menutup pintu kamar mandi.Begitu sosok suaminya menghilang, Yasmin langsung menyandarkan punggungnya ke dinding. Napasnya terhela panjang.“Haah… hampir saja, Yasmin,” gumamnya lirih.Ia meraih ponselnya yang tergeletak di dekat pintu, memeriksanya dengan cema
Última atualização : 2026-02-10 Ler mais