Danau Roh Kuno tidak memantulkan langit.Ia memantulkan masa lalu.Begitu kaki Shu Jin menginjak tepian danau, hawa di sekitarnya berubah. Udara terasa lebih berat, seperti dipenuhi lapisan kenangan yang tak terlihat. Permukaan air berkilau keperakan, tenang, bahkan terlalu tenang... tanpa riak, tanpa gelombang, seolah dunia berhenti berputar.Di tengah danau, Teratai Waktu mengapung anggun.Kelopaknya transparan, berlapis cahaya lembut yang berputar perlahan. Di dalam setiap kelopak, bayangan peristiwa bergerak... lahir, mati, kemenangan, penyesalan—semuanya berdenyut dalam ritme yang salah.“Jangan menatapnya terlalu lama,” ujar Shin Ling cepat, menahan Mei Shia yang hampir melangkah maju. “Teratai Waktu mencuri waktu dari orang yang lengah.”Mei Shia menggigit bibir, menarik kembali pandangannya. Dadanya terasa sesak, seolah barusan ada satu tarikan napas yang hilang begitu saja.Byakko berdiri di belakang mereka, bulu putihnya sedikit mengembang. Nalurinya gelisah.Danau ini bukan
Read more