Langit di atas Jurang Petir Tak Berujung seperti tercabik oleh dua kehendak yang saling memburu kehancuran. Shu Jin melangkah maju, telapak kakinya menekan tanah retak yang masih berasap. Energi di sekelilingnya berputar liar—qi naga purba, api ilahi, dan petir surgawi saling melilit seperti badai yang baru dilahirkan.Di hadapannya, Serigala Petir Surgawi berdiri rendah, bahu merendah, mata biru menyala tajam. Bulu listriknya berderak—bukan suara, melainkan tekanan yang membuat udara bergetar.Lalu… ia hilang begitu saja.Ledakan udara memekakkan telinga. Shu Jin berputar dengan cepat merasakan bahaya, tapi terlambat.Cakar petir menebas dari samping.DUAAARR!!Tubuhnya terpental, menghantam tanah, tergelincir puluhan meter sambil menyeret parit panjang yang dipenuhi percikan listrik. Bau hangus langsung menusuk hidung. Dada Shu Jin terbuka oleh luka bakar, kulitnya hitam, lalu perlahan menutup kembali oleh qi pemulih.Ia bangkit sebelum debu sempat turun.Serigala muncul lagi—kali in
Terakhir Diperbarui : 2026-02-16 Baca selengkapnya