“Setelah dari rumah mama, nanti baru ke kampus. Kelas kamu siang, kan?” Marvin bertanya sembari memakai kemejanya.Felly tengah mengaplikasikan skincare hariannya, kemudian mengangguk membenarkan ucapan Marvin.“Iya, Mas. Sore nanti ada kelas Mas Marvin juga, kan?”Marvin mengangguk. “Jangan sampai nanti salah memanggil, Felly.” Marvin mendekat dan mengusap rambut Felly dengan lembut.Felly hanya menipiskan bibir, “Sebenarnya saya sedang menakutkan hal itu akan terjadi, mas. Baru tiga hari, tapi sudah nyaman saja memanggil ‘mas’. Bagaimana, ya?” keluh Felly.Marvin yang berdiri di belakangnya hanya terkekeh. “Bikin taruhan saja. Satu kali salah panggil nama, nantinya dihukum di atas ranjang.”Felly menggeplak tangan Marvin yang ada di bahunya. “Mas ih! Mulutnya bisa direm tidak?”Marvin terkekeh. “Tidak bisa direm kalau sama kamu.”“Hati-hati nanti malah mas yang keseleo pas di kelas,” ejek Felly.Marvin tak menggubris, asik memainkan rambut Felly yang diurai bebas.—Jantung Felly ke
Last Updated : 2026-01-07 Read more