“Selamat siang, Bu?” Felly memasuki ruangan dosen dan menyapa Bu Intan yang kebetulan tengah berada di ruangan.Bu Intan tersenyum ramah. “Selamat siang, Felly. Mau ketemu Pak Marvin, ya?”Felly mengangguk. “I-iya, Bu. Ada yang mau dikasih, katanya.”Bu Intan menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu memanggil Felly untuk mendekat.“Kamu sudah memikirkan baik-baik keputusan ini, Felly?” tanya Bu Intan yang membuat Felly kebingungan.“Maksud ibu?”“Ya itu, kabar sudah beredar, kamu bakal dijadikan asisten pribadi Pak Marvin. Ibu sih senang karena akhirnya Pak Marvin mau membuka diri untuk memilih asisten dosen, mengingat bagaimana sibuknya beliau, dan juga sayang sekali jika ilmunya hanya ia berikan saat di kelas.”Felly menganga mendengarkan penjelasan panjang lebar Bu Intan.“Lagipula, Fel, seperti yang kita semua tahu, bukan lagi sebuah rahasia kalau Pak Marvin itu memiliki temperamen yang buruk. Kamu … benar-benar sudah memikirkan hal ini baik-baik sebelum menerimanya?”Alis Felly menukik
Last Updated : 2025-12-15 Read more