Pintu apartemen terbuka dengan bunyi klik pelan. Marvin mendorongnya masuk, lalu berhenti sejenak di ambang, seolah memberi malam kesempatan untuk ikut bersama mereka. Begitu pintu tertutup, dunia luar tertinggal, menyisakan keduanya yang sama-sama di ambang hasrat yang memuncak.Felly melepas sepatunya tanpa bicara. Gerakannya gugup tapi bersemangat, seperti seseorang yang tahu hujan akan turun dan memilih basah dengan sukarela. Marvin menggantungkan kunci, menoleh, dan pandangan mereka bertaut. Ada sesuatu yang mengendap di udara, hangat dan menekan, membuat jarak dua langkah terasa terlalu jauh.“Siap lembur semalam penuh?” bisik Marvin pelan.Felly tersenyum, maju dua langkah guna memangkas jarak, mengalungkan kedua lengan di leher Marvin dan mengecup bibir tebal itu sekilas.“Mandi dulu, seharian di luar, tidak nyaman.” Felly melepaskan lengannya dan beranjak meninggalkan Marvin yang masih terdiam di ambang pintu.Sesampainya di depan pintu kamar Felly, gadis itu menoleh ke arah
Last Updated : 2026-01-18 Read more