Ivy langsung mengangkat kepalanya. Menatap Damian tidak percaya. “Apa maksudnya? Buat apa Bapak menginap di sini?”“Kamu bilang kamu tidak bisa pulang bersama saya ke apartemen, jadi tidak ada pilihan selain saya yang menginap di sini. Kamu masih sakit dan saya tidak bisa meninggalkan kamu.”“Demamnya sudah turun, dan saya sudah lebih baik.”“Itu keputusan saya.” Damian menjawabnya mutlak.Lalu tatapan Ivy berlari ke seluruh ruangan di rumahnya. Tempat itu sempit. Pasti sangat amat berantakan di mata Damian. Pria itu tidak cocok tinggal di sana.Damian adalah anak konglomerat yang biasa hidup rapi, mungkin biasa dimanjakan oleh orang tuanya sejak kecil. Apartemen Damian juga tidak bisa dibilang sederhana.Sedangkan berbanding terbalik dengan definisi itu, rumah Ivy adalah tempat yang kumuh, kecil, semua hal bercampur di dalamnya. Mulai dari kamar mandi, dapur, bahkan kamar tidur. Hanya ada sekat kecil yang membuatnya terpisah.Karena sudah lama tidak ditinggali, tempat itu terasa apek
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-05 อ่านเพิ่มเติม