Sinar lampu dari mobil tim Alpha menyorot langsung ke dinding gudang tua yang berkarat itu. Kieran tidak menunggu perintah siapapun. Dia turun dengan pistol yang sudah terkokang, napasnya memburu, hanya satu yang ada di kepalanya, yakni menghabisi siapa pun yang berani mengambil foto istrinya secara sembunyi-sembunyi. "Pih, jangan bburu-buru!" Victor mencoba menahan, tapi Kieran sudah merangsek masuk ke dalam kegelapan gudang. Suasana di dalam sangat sunyi, hanya ada suara tetesan air dari atap seng yang bocor. Di tengah ruangan, sebuah meja kayu tua berdiri di bawah lampu neon yang berkedip-kedip redup. Di atas meja itu, ada sebuah mangkuk bakso plastik, persis seperti di mall—dengan kepulan uap yang masih terlihat. Seseorang baru saja ada di sana. Kieran mendekat, matanya menyisir balkon lantai dua yang gelap. "KELUAR! JANGAN JADI CEMEN!" teriaknya, suaranya menggema hebat. Tepat saat gema suaranya hilang, sebuah titik merah kecil (laser) muncul di lantai semen, bergerak s
Read more