Siti terbangun saat pelukan tangan melingkar di pinggangnya. Tak hanya itu, Kieran terus mengusak ke lehernya dan mengusak sambil menghirup aroma sang istri. "Nyaman banget," gumamnya. Siti tersenyum, lalu meraba tangan Kieran di pelukannya yang mulai mengekus perutnya diam-diam. "Tangannya ih, iseng banget sih," gerutunya. Kieran terkekeh, lalu membuka matanya dan mereka bertatapan sejenak. Lalu saat tangan Kieran mengelus pipi sang istri, Siti langsung melihat sesuatu yang aneh. "Tanganmu..." Siti langsung membalikan badannya dan menahan tangan Kieran yang akan ditarik. "Bukan apa-apa, cuma kebentur pinggiran pintu tadi." Siti menatap suaminya khawatir. "Kok bisa sampe kayak gini. Keras banget atau gimana?" "Iya, agak keras tadi. Tapi Sayang, kalau ternyata tanganku kayak gini karena mukul seseorang gimana?" Siti terkejut. "Ya yang aku pikurin bukan cuma kamu lagi. Itu korbannya apa gak jadi ayam geprek kalo tangan kamu aja sampe semerah itu?" Kieran menge
Mehr lesen