Intan mengangguk patuh, saat Jessie mempersilahkan masuk. Namun, begitu kakinya melangkah melewati pintu utama dan menapak lantai marmer yang dingin, tangisnya berhenti sejenak.Mata Intan yang sembab bergerak liar, memindai sekeliling interior rumah Jacob.Meskipun pencahayaan di ruang tengah diredupkan, Intan bisa melihat jelas kemewahan yang terpancar dari setiap sudut. Langit-langit yang tinggi, furnitur minimalis mewah, lukisan abstrak yang terlihat mahal, dan aroma pengharum ruangan maskulin yang mendominasi udara. Ini bukan sekadar rumah orang kaya biasa seperti rumah ayahnya. Ini adalah rumah seseorang dengan kekuasaan yang tak tersentuh.“Jadi ini sarang naganya,” batin Intan, rasa iri seketika meletup di dadanya, membakar habis sisa-sisa rasa takutnya tadi.“Intan?” panggil Jessie pelan, menyadari adiknya melamun.Intan yang tersentak, buru-buru memasang wajah memelas lagi. “I-iya, Kak. Rumahnya, besar sekali. Aku takut tersesat.”“Kamu tidur di kamar tamu lantai bawah,” bis
Last Updated : 2025-12-15 Read more