Kinanti segera duduk, tatapannya memohon."Dengar," ujar Arya, matanya keras namun lelah. "Aku memaafkan niatmu. Tapi aku tidak memaafkan cara cerobohmu. Mulai sekarang, kamu harus berjanji padaku. Jangan pernah lagi kau ikut campur dengan urusan Jacob atau Jessie."Arya mengambil cangkirnya, menyesap teh yang sudah agak dingin. "Fokus kita sekarang adalah menjaga nama baik keluarga."Air mata Kinanti membasahi pipinya. Ia mengulurkan tangan, meraih tangan Arya di atas meja, dan menggenggamnya erat."Aku janji, Pa. Janji, ini yang terakhir," bisik Kinanti. Senyum lega yang cepat terbit di wajahnya. "Terima kasih, Pa. Aku akan menjadi istri yang terbaik."Kinanti segera bangkit, mengambil piring yang berisi roti bakar di hadapannya, dan menyuapi Arya dengan penuh kasih."Papa harus makan yang banyak. Papa sudah bekerja keras untuk keluarga ini," ucap Kinanti. Arya menerima suapan itu, secara tidak langsung menandakan bahwa ia telah menarik kembali amarahnya.Arya mengunyah sarapannya,
Last Updated : 2025-12-16 Read more