“Tungguin mama!” suara cempreng Ayu bersahut-sahutan dengan Tania dari dalam kamar.Diana menoleh malas, sorot matanya menilai dari ujung kepala sampai kaki.“Ibu Ayu mau piknik ke mana?” tanyanya dingin, nada sinis tak disembunyikan.Ayu tersenyum kaku.“Ke hutan,” jawabnya cepat.“Kan mau foto prewedding.”“Sudah, ayo berangkat,” potong Hendra tegas.“Semua sudah kumpul, jangan lama-lama.”“Iya, Om,” sahut Reza patuh.Hendra melirik Deva.“Dev, gandeng Nathalia.”“Jangan sampai dia jatuh.”“Iya, Om,” jawab Deva.Tangannya menggenggam Nathalia, tapi matanya justru melirik Renita yang berjalan di belakang.“Ren, bawain ini ya,” kata Nathalia sambil menyerahkan beberapa barang.“Semuanya sekalian.”Deva mengernyit.“Bukannya sudah dibawa MUA dan asistennya?”“Mereka sudah duluan,” jawab Nathalia santai.“Itu tugas Renita.”“Nggak apa-apa kan, Ren?”Renita menunduk kecil.“Nggak apa-apa, Mbak.”“Za, bantuin bawain,” kata Deva tiba-tiba.Reza bahkan tak menoleh.“Renita bisa kok, Mas,” k
Last Updated : 2026-01-16 Read more