Setelah pulang kerja, Renita seperti biasa dijemput Reza menuju rumah ibu mertuanya, Ayu. Begitu mobil berhenti, Renita buru-buru turun.“Bawa itu kuenya, jangan sampai ketinggalan,” perintah Reza tanpa melihat.“Iya, Mas,” Renita membuka bagasi dan mengambil kotak besar.Dalam hati ia mendesah, ‘Ini kan kue mahal dari toko terkenal. Buat keluarganya Mas, dia royal. Tapi kalau buat aku? Hm.’Reza mendengus. “Lelet banget kamu.”“Iya, Mas…” Renita menunduk dan menyusul.Begitu mereka masuk halaman, pintu rumah sudah terbuka. Tania, adik Reza, muncul sambil memainkan ponselnya.“Mama mana, Dek?” tanya Reza.“Di dalam, Mas,” jawab Tania enteng.Renita tersenyum tipis. “Ayo masuk, Tan.”Tania mendelik. “Aku mau nunggu Mbak Nathalia aja. Pasti nggak kayak Mbak… yang kalau kesini bawa tangan kosong.”Renita terdiam. Lupa apa dia, seluruh hidupnya sudah dibiayai aku dan Mas Reza?Ia memilih tak menjawab dan masuk, meletakkan paper bag kue di meja ruang tamu.Baru saja duduk, suara Ayu terden
Terakhir Diperbarui : 2025-11-22 Baca selengkapnya