Hanya butuh waktu satu menit sampai pintu diketuk pelan.Diana masuk dengan wajah pucat, sisa ketegangan dari teriakan Sera tadi masih membekas di raut wajahnya. Daniel tidak mengatakan sepatah kata pun; ia hanya menyodorkan dokumen itu ke arah Diana.Diana mengerutkan kening, menatap map itu dengan bingung. “Dokumen apa ini, Tuan?”“Baca,” perintah Daniel singkat, suaranya sedatar es.Diana dengan ragu membuka map tersebut. Saat matanya mulai menelusuri baris demi baris kalimat di sana, napasnya seolah terhenti.Matanya membola, jemarinya yang memegang kertas itu bergetar hebat. Di sana tertulis namanya, lengkap dengan tuduhan pembunuhan tidak sengaja melalui masakan yang ia sajikan di Restoran Hilas.“Ini ... ini tidak benar!” Diana berseru, suaranya meninggi karena syok.Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat sembari menatap Daniel dengan tatapan memohon.“Tuan, ini semua bohong! Demi Tuhan, saya tidak pernah membuat pelanggan restoran mati karena masakan saya. Saya tidak pernah
최신 업데이트 : 2026-01-14 더 보기