Waktu sudah menunjuk angka tujuh malam dan Daniel baru tiba di rumah.“Makan malam sudah siap, Tuan,” ucap Diana sembari menyapa Daniel di ujung lorong dapur dengan nada sopan.Tanpa berkata apa-apa lagi, Daniel duduk di ujung meja, memegang pisau dan garpu dengan presisi yang menakutkan. Di hadapannya, sebuah kursi kosong menanti."Duduklah, Diana," ucap Daniel dengan nada datarnya dan tidak menerima bantahan.Diana yang tengah berdiri sontak mematung di dekat pintu dapur. Jemarinya meremas ujung celemek putih yang masih dia kenakan. Dia tampak ragu.Tidak biasanya majikannya itu memintanya duduk satu meja, apalagi saat jam makan malam pribadi seperti ini. Namun, tatapan tajam Daniel seolah mengunci pergerakannya.Dengan langkah kaki yang terasa berat, Diana akhirnya mendekat. Dia pun menarik kursi kayu ek itu dengan pelan, sambil berusaha tidak menimbulkan suara gesekan yang mengganggu.Saat dia duduk, jantungnya mulai berdebar tak karuan, seperti genderang yang dipukul bertalu-talu
최신 업데이트 : 2026-01-07 더 보기