Tuan Kedua Wu melihat ke arah datangnya batu tadi.Sosok berpenutup wajah dengan ketapel di tangannya, terus menerus membidik bandit di halaman.Hantamannya tidak bisa diremehkan. Bidikannya hampir tidak pernah meleset. Gerakannya cepat. Setelah batu terlepas, tangannya bergerak dengan cekatan mengisi kembali, membidik lagi, melepaskan, begitu seterusnya.Di sela ayunan pedangnya, Tuan Kedua Wu menyipitkan mata, mencoba mengenali sosok itu. Namun jaraknya terlalu jauh, dan wajah orang itu tertutup rapat, hanya menyisakan sepasang mata yang terlihat.Awalnya ia mengira itu mungkin Feng Wu, tapi ia segera ragu. Feng Wu tidak sekurus itu, lagipula, ia belum pernah melihatnya menggunakan ketapel dengan begitu ahli sebelumnya.Lalu siapa? Orang itu muncul begitu saja, entah ia sedang membantunya, atau melakukan ini dengan suatu tujuan, ia belum bisa memastikan motifnya.Namun berkat orang itu, ia bisa terlepas dari kepungan para bandit.Untuk sementara, orang-orang itu sibuk menghindar m
Read more