Pelayan tadi mendesah pelan, “Apa kalian tidak ingat kejadian tahun lalu? Ah, aku lupa, kalian baru beberapa bulan bekerja di sini.”“Kakak, apa yang terjadi? Ceritakan pada kami.”“Ya,” desak pelayan lain.Pelayan yang lebih senior tadi berpura-pura enggan. Kepalanya berpaling sesaat, kemudian kembali melirik mereka semua yang tengah menunggunya dengan mata penuh harap. Ia kembali mendesah, seolah tak tega mengabaikan mereka. Tatapannya sedikit berbinar ketika ia akhirnya membuka mulutnya: “Biar kuberitahu, majikan kita itu sangat menyukai uang. Dia bahkan tidak segan menjual pemusik, penari atau seniman lainnya jika seorang tamu menginginkan mereka.”Ia berdiri lebih dekat, seolah itu bisa mencegah suaranya tidak terdengar oleh yang lain. Meski begitu, Li Yuan yang berdiri tidak jauh masih bisa mendengarnya, namun pelayan baru lainnya tidak berani mendekat untuk ikut mendengarkan.Suara itu setengah berbisik, “Tahun lalu, seorang wanita pemain pipa melakukan hal yang sama, dia bahk
Read more