Sebelum tubuhnya menghantam lantai, perawat wanita dengan cekatan menahan pundaknya, namun Ibra sudah sepenuhnya tidak sadarkan diri. Pria itu pingsan akibat rasa sakit yang terlalu ekstrem."Mas Ibra!!!" Aya berteriak.Wanita itu langsung menghentikan ejanannya secara mendadak, mengabaikan instruksi dokter. "Dok! Stop, Dok! Suami saya pingsan! Tolong suami saya dulu, Dok! Sus, tolong lihat suami saya!"Suasana di ruang bersalin tiba-tiba menjadi sedikit kacau."Bu Aya, tenang dulu. Anda harus tetap fokus, kepala bayinya sudah di panggul, tidak bisa ditunda lagi!" seru Dokter Anis menenangkan.Ia kemudian menoleh ke arah satu perawat lain. "Suster, panggil dua perawat pria dari luar sekarang! Pindahkan Pak Ibra ke bed kosong itu!""Baik, Dok," sahut perawat wanita itu.Dokter Anis langsung menutup tirai untuk menjaga privasi Aya.Dua perawat pria segera masuk membawa sebuah brangkar. Dan karena keterbatasan ruang dan waktu yang krusial, atas instruksi Dokter Anis, mereka segera mengan
Terakhir Diperbarui : 2026-07-14 Baca selengkapnya