"Kalian kesayangan Bunda semua," ucap Aya menengahi. Mereka pun membiarkan momen berpelukan hangat itu beberapa saat.Lalu Ibra menatap putra sulungnya. "Putra.""Iya, Ayah?""Bunda dan adek kan baru pulang, jadi kamu bisa kan keluar? Biar Bunda istirahat," ujar sang ayah dengan lembut."Baik, Ayah...." Putra kembali menatap wajah ibunya. "Bunda, Putra mau keluar main sama Lili, ya?" ucapnya meminta izin.Aya tersenyum. "Baiklah, Sayang. Tapi nanti jangan lupa makan, ya? Minta sama Bi Tina.""Iya, Bunda. Putra kan bisa ambil makan sendiri. Udah disiapin juga sama Bibi di meja.""Anak pintar," puji Aya tulus sembari mengusap pipi Putra dengan lembut.Bocah itu pun segera mencium pipi ibunya dan tak lupa memeluk dengan erat sebelum pergi. Kini di dalam kamar yang luas itu hanya ada Ibra, Aya, dan juga Putri yang masih tertidur di dalam tempat tidur bayi.Pintu kembali tertutup rapat. Ibra mengangkat tubuh Aya secara tiba-tiba."Ah! Mas!" pekik w
Última actualización : 2026-07-19 Leer más