Senja melangkah keluar dari kamar Gala dengan gerakan yang sangat pelan, seolah takut membangunkan keponakannya yang baru saja terlelap. Wajahnya masih terlihat lelah, mata yang semula berbinar kini menyimpan kekhawatiran mendalam. Sejak pulang dari sekolah, Gala memang tak henti merengek, bahkan terkadang sampai menangis bertanya tentang keberadaan ayah dan ibunya, pertanyaan-pertanyaan yang Senja sendiri tak mampu jawab dengan pasti. Suara kecil Gala yang terus memanggil nama kedua orang tuanya mengiris hati Senja, membuat dadanya sesak setiap kali harus berpura-pura tersenyum untuk menenangkan Keponakannya.Senja menatap ke arah pintu kamar yang baru saja ia tutup perlahan, napasnya tertahan sejenak. Dalam keheningan malam yang mulai merayap masuk, ia merasakan beban berat menggantung di pundaknya. Kakak dan kakak iparnya belum kembali sejak pertengkaran hebat semalam, dan ketidakhadiran mereka menciptakan kekosongan yang menusuk di rumah mewah ini."Akhirnya Gala, bisa tidur juga,
Read more