Pukul empat sore, Senja sudah tiba di depan pintu rumah kakaknya, tangan segera menekan bel. Ting tong... Bunyi suara bel bergema, tak lama, suara langkah kaki mendekat, dan pintu terbuka perlahan. Di balik pintu, Bi Atun tersenyum manis, wajahnya berseri menyambut kedatangan adik dari majikannya. "Non Senja sudah sampai, silahkan masuk, Non," sapanya ramah dengan suara hangat yang membuat Senja mengangguk kecil. Senja membalas senyum itu dengan lembut, menundukkan kepala sedikit, "Makasih, Bi." Ia melangkah masuk, merasakan udara rumah yang familiar namun tetap membawa beban pikiran yang belum usai. Langkahnya mantap meski hatinya masih penuh perasaan campur aduk. Ia melewati ruang tamu yang rapi dan harum, menuju kamar yang selalu menjadi tempatnya beristirahat saat menginap di sini. Senja hanya meletakkan tas yang di bawahnya ke dalam kamar, setelah itu ia kembali keluar untuk menanyakan keberadaan keponakan nya pada Bi Atun. "Bi... Gala dimana ya?" Dari arah dapur, Bi At
Read more