Siang harinya, terdengar ketukan pelan di pintu kamar. Tidak keras, tapi cukup membuatku tersentak dari lamunan."Radit, kamu di dalam?" suara Ayah terdengar tegas, khas dirinya."Iya, Pa," jawabku singkat dari balik pintu, berusaha terdengar biasa saja."Buka pintunya. Papa mau ngobrol sebentar."Aku terdiam sesaat. Tanganku menggenggam gagang pintu, ragu. Ada perasaan tidak nyaman yang tiba-tiba menjalar di dada.Entah Mama Jessica telah menceritakan semua kepadanya, aku tidak tahu. Yang jelas, ada perasaan tidak enak yang mengalir dalam diriku.Namun akhirnya, dengan napas berat, aku memutar kunci dan membuka pintu sedikit saja, cukup untuk memperlihatkan wajah Ayah."Ada apa, Pa?" tanyaku pelan.Ayah menatapku dengan tatapan menyelidik. "Kamu kenapa? Dari tadi ngunci pintu, gak keluar-keluar. Mama-mu bilang kamu gak mau sarapan juga."Aku menelan ludah. "Aku... aku lagi gak enak badan, Pa. Capek aja.""Capek?" Ayah mengernyit. "Atau ada masalah?"Pertanyaan itu membuatku bungkam.
最終更新日 : 2025-12-19 続きを読む