"Radit..." bisiknya pelan, suaranya sangat lembut, terdengar seperti desahan kecil."Maaf, aku gak bisa nahan."Aku menariknya sedikit lebih dekat, punggungnya sekarang benar-benar menempel di dadaku, dan aku bisa merasakan bentuk tubuhnya dengan sangat jelas.Kiara menghela napas panjang yang terdengar seperti menikmati."Radit, aku...""Kenapa, sayang?""Aku... aku suka dipeluk kayak gini."Aku tidak menjawab, hanya tersenyum pelan, sementara tanganku kembali bergerak, mengusap lembut bukit kembarnya, lalu perlahan turun ke bawah, merasakan lekuk pinggangnya yang ramping.Kiara menutup matanya, tubuhnya rileks di pelukanku."Tapi... kita harus berhenti," bisiknya, walau tubuhnya tidak bergerak menjauh."Kenapa?""Karena, kalau terus-terusan aku takut gak bisa nolak kalau kamu minta lebih."Ucapan itu justru membuat hasrat ku semakin membara."Aku belum siap buat itu.""Huft..."Aku menghela napas panjang, berusaha mengendalikan diriku."Oke... aku ngerti."Aku perlahan melepaskan pe
最終更新日 : 2026-01-04 続きを読む