"Lemah!" ejek Adrian sambil mendorongku hingga aku jatuh terduduk di tanah. "Kamu pikir kamu bisa lindungin Kiara? Dengan tubuh lemah kayak gitu?"Orang-orang di sekitar mulai berkumpul, membentuk lingkaran, ada yang merekam dengan ponsel, ada yang teriak menyuruh berhenti, tapi tidak ada yang berani melerai."RADIT!" Kiara berlari ke arahku, berlutut di sampingku dengan air mata mengalir deras. "Radit, pliss... jangan lawan dia. Dia terlalu kuat..."Aku melihat wajah Kiara, pipinya yang merah, air matanya yang deras, tatapannya yang penuh kekhawatiran."Aku gak bakal biarin siapapun nyakitin kamu lagi."Aku mengusap sudut bibirku yang berdarah, lalu perlahan bangkit berdiri, walau tubuhku sakit, walau kepalaku pusing."Radit, jangan!" Kiara memegang lenganku, berusaha menghentikan.Tapi aku melepaskan pegangannya dengan lembut."Aku... gak akan lari, Kiara," ucapku sambil menatap Adrian yang berdiri dengan senyum meremehkan. "Aku udah janji bakal lindungin kamu.""Oh, masih mau lanju
最終更新日 : 2025-12-26 続きを読む