"Radit..." panggil Kiara lagi."Eum, sayang?"Wajahnya memerah, bibirnya sedikit menggigit ujung bawahnya. "Boleh... ciuman lagi?"Senyumku langsung muncul tanpa bisa kubendung. "Kamu nggak usah minta ijin. Kamu pacar aku. Tentu boleh kok sayang...""Tapi..." Ia menunduk sejenak, lalu menatapku lagi dengan mata bening, "…aku mau yang lebih lama.”Jantungku kembali berdetak nggak karuan. Seolah seluruh dunia mengecil hanya menyisakan dia dan detik ini saja."Oke," jawabku pelan.Aku mendekat perlahan, memberi waktu untuk memastikan ia benar-benar menginginkannya. Kiara tidak mundur, justru sedikit menyodorkan wajah.Tanganku terangkat, menyentuh pipinya. Kulitnya halus, hangat, dan responnya membuatku tersenyum, ia menutup mata, menikmati sentuhannya.Aku mencondongkan wajah dan mencium bibirnya lagi.Kiara merespon semakin dalam, bibirnya menekan lebih dekat, melumat bibirku dengan kelembutan bibir indahnya.Tangan kecilnya naik ke tengkukku, jemarinya menyusup ke rambutku, menarikku
最終更新日 : 2026-01-05 続きを読む