Ia berbalik menatapku sepenuhnya, lalu mengusap air matanya sendiri dengan punggung tangan."Dan… aku akan ingat ini selamanya," ucapnya pelan. "Walaupun kamu akan lupa."Aku menggeleng cepat, reflek."Aku… aku gak akan lupa, Siska," ucapku. "Aku akan ingat. Selamanya."Ia menatapku ragu, seakan takut berharap."Beneran?" tanyanya lirih."Eum, iya."Siska tersenyum, lalu memelukku tiba-tiba."Makasih, Radit. Makasih... udah kasih aku momen terindah dalam hidup aku."Aku membalas pelukannya. Tanganku bergerak pelan di punggungnya. Pelukan itu bukan karena cinta, bukan juga karena hasrat, melainkan karena rasa kasihan yang jujur dan rasa bersalah yang dalam.Dalam pelukan itu, aku menyadari satu hal yang menyakitkan.Walaupun kaya raya, memiliki harta yang melimpah ruah, ternyata wanita ini benar-benar kesepian.Dan aku… tanpa sadar, telah menjadi satu-satunya tempat ia menggantungkan perasaan, walau hanya sementara.***Malam tiba.Langit di atas villa berubah menjadi hitam pekat, bert
最終更新日 : 2026-01-10 続きを読む