Compartir

Bab 70

last update Última actualización: 2026-01-07 04:01:55

Senin pagi terasa jauh lebih berat dari biasanya.

Saat membuka mata, seluruh tubuhku seperti menolak untuk bangun. Otot-otot masih kaku, memar di pinggang dan rusuk seperti ditarik setiap kali aku berusaha bernapas.

Luka-luka akibat tendangan Adrian masih terasa menghujam, bukan sekadar sakit fisik, tapi juga mengingatkan ku pada betapa tak berdayanya aku di hadapan semua masalah ini.

Namun, yang paling menyiksa bukanlah rasa nyeri itu.

Melainkan perasaan hancur yang menumpuk di dada.

Aku berjalan pelan ke kamar mandi, menyalakan lampu yang langsung menyorot wajahku di cermin.

Ada memar samar di bawah mata, sedikit bengkak di pipi dan tatapan yang terlihat kosong karena semalaman aku tidak benar-benar tidur.

Pikiran terus berputar memikirkan Kiara, bagaimana hidupnya bisa berubah hanya karena tekanan dari keluarganya sendiri.

"Pasti ada cara," gumamku sambil membasuh wajah dengan air dingin.

Setelah bersiap, aku turun ke bawah dengan langkah pelan. Aroma nasi goreng tercium dari dapur
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Godaan Mama Muda   Bab 82

    Mataku membelalak hebat. Tak menyangka bahwa si jantan telah berada di dalam gua lunak miliknya.Namun diriku tak kuasa mengelak. Selain karena tubuhnya yang menindih ku, juga karena kuncian kuat yang berasal dari liang senggama-nya. Membuat si jantan tak berkutik di dalam sana.Mataku kembali merem melek, bahkan kini terasa begitu susah untuk terbuka lebar. Tepatnya saat Siska melakukan gerakan naik-turun seirama.Sensasi itu begitu nikmat dan baru kali ini si jantan merasakannya."Uhh..." Mulutku spontan mendesah.Siska hanya tersenyum melihatku, pinggulnya bergoyang indah, menikmati tegangan kuat dari si jantan.Beberapa saat kemudian, ia akhirnya berhenti. Dadanya naik turun, napasnya terdengar berat, seolah seluruh energinya baru saja terkuras."Gantian, ya? Capek soalnya," ucapnya pelan.Aku tidak menjawab. Mataku hanya mengikuti setiap geraknya ketika Siska perlahan bangkit dari posisinya.Rambutnya sedikit berantakan, pipinya memerah, dan ada kilau lelah sekaligus manja di mat

  • Godaan Mama Muda   Bab 81

    Kami masuk kamar. Siska menutup pintu perlahan, lalu mengunci dari dalam.Deg!Jantungku berdegup kencang, mataku tak bisa lepas dari pemandangan yang jujur begitu indah dari belakang.Gundukan di bawah pinggangnya tampak jelas di balik piyama rok yang ia kenakan.Kain tipis itu bergerak mengikuti setiap langkah kecilnya, memperlihatkan sesuatu yang membuat tenggorokanku terasa kering.Paha mulusnya tersingkap samar, bukan dengan cara yang vulgar, justru dengan cara yang membuat imajinasi bekerja lebih liar daripada seharusnya.Aku menelan ludah.Entah kenapa, seakan-akan aku baru saja terbangun dari tidurku. Dan menyadari bahwa ada pemandangan indah yang hampir saja terlewati.Ia berbalik, menatapku dengan tatapan penuh hasrat."Radit..." bisiknya lembut, lalu perlahan mendekat ke arahku.Aku tidak menjawab, seluruh tubuhku menegang. Termasuk sesuatu di balik celanaku, si jantan.Ia semakin mendekat, tangannya menyentuh dadaku. Merasakan detak jantungku yang sangat cepat."Jantung ka

  • Godaan Mama Muda   Bab 80

    Pukul lima sore, setelah ganti baju dengan kaos santai dan celana pendek, aku turun ke bawah. Langkahku melambat begitu sampai di ruang tamu.Siska sudah menunggu.Ia berdiri di dekat jendela besar yang menghadap laut, tubuhnya disinari cahaya matahari sore yang keemasan.Dress pantai putih yang dikenakannya tipis, ringan, dan bergerak pelan mengikuti hembusan angin.Dari balik kain itu, bayangan bikini merahnya terlihat jelas. Cukup untuk membuat napasku tertahan sesaat.Rambutnya digerai begitu saja, jatuh di bahu, berkilau saat ia menoleh ke arahku. Makeup-nya sederhana, tapi justru itu yang membuatnya terlihat alami.Dan jujur, ia terlihat begitu menggoda.Tatapan kami bertemu beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya."Radit," ucapnya sambil tersenyum, suara lembutnya seperti menyusup pelan ke telingaku. "Ayo. Kita jalan ke pantai."Aku hanya mengangguk, mencoba terlihat biasa saja walau dadaku terasa sedikit lebih sempit.Kami keluar dari villa, menuruni beberapa anak tangg

  • Godaan Mama Muda   Bab 79

    "Radit, kamu suka pantai?" tanya Siska tiba-tiba."Lumayan," sahutku seadanya."Villa ku menghadap langsung ke pantai. Pemandangannya indah banget. Pasti kamu suka.""Oh..." Aku mengangguk-angguk pelan, membiarkan suasana seolah mencair."Dan... kamarnya juga nyaman. Tempat tidurnya besar, kasur empuk, AC dingin. Sempurna banget buat... istirahat."Deg!Entah kenapa, ucapan 'istirahat' yang keluar dari bibirnya, seakan memiliki makna lain.Aku menelan ludah, tetap menatap keluar jendela.Satu jam kemudian, Siska memperlambat laju mobil dan masuk ke sebuah rest area."Turun bentar yuk," katanya santai. "Aku mau ke toilet. Kamu juga pasti mau ke toilet, kan?"Aku mengangguk. "Iya."Kami turun dari mobil. Siska melangkah menuju toilet wanita tanpa menoleh lagi. Aku berjalan ke arah sebaliknya.Di toilet pria, aku berdiri di depan wastafel, menyalakan keran, lalu membasuh wajah dengan air dingin. Sensasinya membuatku sedikit tersadar.Aku menatap pantulan diriku di cermin.Wajah lelah. Ma

  • Godaan Mama Muda   Bab 78

    Keesokan harinya, aku pulang ke rumah lebih cepat dari biasanya. Jam di ponselku baru menunjukkan pukul dua siang ketika aku memarkir motor di halaman.Dadaku terasa sedikit sesak. Bukan karena capek, tapi karena ada sesuatu yang harus kusembunyikan.Bu Siska akan menjemputku tepat jam tiga, di depan kantor.Begitu membuka pintu, aroma tumisan bawang langsung menyambutku. Mama Jessica sedang sibuk di dapur, berdiri membelakangiku sambil mengaduk wajan. Suara langkah kakiku rupanya cukup membuatnya menoleh.Ia terlihat terkejut."Radit?" alisnya terangkat. "Kok pulang cepet? Kamu gak kerja sampai sore?"Aku berhenti sejenak, lalu memaksakan senyum kecil. "Aku… aku ada urusan, Ma. Mau pergi sebentar."Sendok kayu di tangannya terhenti. Mama Jessica menatapku lebih saksama, seakan mencoba membaca sesuatu di wajahku."Pergi ke mana?"Pertanyaan itu membuat tenggorokanku mengering. Aku segera memalingkan wajah, pura-pura sibuk melepas sepatu, lalu berjalan ke arah kamar."Ada... training k

  • Godaan Mama Muda   Bab 77

    Malam harinya, aku duduk di ruang tamu, menatap kosong ke depan. Mama Jessica keluar dari kamar, melihatku dengan tatapan khawatir."Dit... kamu belum tidur?""Belum bisa tidur, Ma."Mama Jessica duduk di sampingku."Kamu... masih mikirin soal uang itu?"Aku mengangguk pelan."Ma... aku udah coba semua cara. Bank nolak. Rentenir gak bisa bantu. Teman-teman juga gak ada yang punya segitu. Aku gak tau harus gimana lagi..."Mama Jessica memelukku, mengelus rambutku dengan lembut."Ssshhh... tenang, Dit. Mama ada tabungan. Lima puluh juta. Ambil aja."Aku mengangkat wajah, menatapnya dengan terkejut."Ma... tapi itu tabungan Mama...""Gak apa-apa." Mama Jessica tersenyum, walau matanya berkaca-kaca. "Kiara... dia gadis baik. Dia bikin kamu bahagia. Mama gak mau kamu kehilangan dia."Aku memeluk Mama Jessica dengan erat."Makasih, Ma... makasih...""Sama-sama, Dit. Besok Mama transfer ke rekening kamu ya.""Eum, iya Ma..."Tapi di dalam hati, aku tahu bahwa lima puluh juta itu masih sangat

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status