(POV Arin) “Terima kasih sudah membantuku menampar kesombongan mereka, sampai mereka diam,” ucapku, saat aku dan Malik berada di dalam mobil. Aku memasang seat belt demi keamanan. “Sama-sama, seharusnya kamu tidak usah meladeni orang seperti mereka. Tidak penting,” sahut Malik. Aku mengangguk kecil, kutatap jalanan yang kami lewati. “Seharusnya kamu istirahat, kenapa kamu nekat menyusulku?” tanyaku. Terdengar helaan napas dari mulut Malik. “Aku butuh susu!” jawab Malik. Aku membeliak, lantas menoleh cepat ke arah Malik. Spontan tanganku menutupi tubuh bagian atasku. “Tidak usah mesum, aku butuh susu kemasan untuk kalsium tulang. Jadi sambil membeli susu, sekalian aku juga menjemput kamu. Lagipula sudah terlalu lama kamu pergi,” jelas Malik. Mulutku seketika membentuk huruf o. Malunya aku, pikiranku sudah terlanjur ke mana-mana. Aku memukul keningku sendiri. “Oh, kirain!” sahutku. “Oke, kita sudah sampai!” ucap Malik, ia pun turun dari mobil. Aku mengernyitkan da
Last Updated : 2025-12-27 Read more