Mag-log in“Enak rumputnya, Mas?” Demi menghibur diri, aku memasak satu mangkok rumput untuk suami dan maduku tanpa mereka sadari. Salah sendiri, sudah pelit suamiku bermain api dengan temanku hingga berujung dinikahkan paksa oleh warga. Tidak kusangka, berawal dari menolong seorang teman, kini aku harus merelakan berbagi suami dengan temanku sendiri. Temanku yang berusaha merebut semua milikku, suami dan semua benda yang susah payah aku kumpulkan bersama suamiku. Ironisnya, suamiku lebih membela temanku yang manipulatif. Aku dibuang begitu saja tanpa sepeser pun aku mendapatkan hakku selama bertahun-tahun menikah. Namun, tak kusangka, setelah lepas dari suami pelitku, aku mendapatkan semua yang belum pernah aku miliki. Materi, cinta, dan juga kebahagiaan dari lelaki lain.
view more(POV Arin)“Malik!” jeritku.Tidak kusangka Malik akan datang tepat waktu. Namun, aku sedih karena Malik terkena tusukkan Alya.“Alya! Apa yang kamu lakukan?!” berangku.Mata Alya melebar, serta mulut terbuka. Dia terlihat terkejut atas apa yang telah ia perbuat. Pisau yang telah berlumuran darah itu, perlahan jatuh dari genggaman Alya.Malik memekik kesakitan, punggungnya terluka. Mengeluarkan darah yang cukup banyak.“Malik! Bertahan!” mohonku. Malik tersungkur “Ma-malik! Aku minta maaf, aku tidak sengaja, aku–”“Siapa, kamu? Kenapa ada di rumahku?” tukas Malik. Dia berusaha berdiri walaupun harus menahan sakit.Ternyata Malik tidak mengenali wanita yang ada di hadapannya. Perubahan wajah yang sangat jauh, membuat Malik tidak bisa melihat siapa dia.“Aku–”“Dia Alya, mantan kekasih kamu! Dia yang selama ini menerorku dengan berbagai keanehan yang dia ciptakan.” Aku mengungkapkan apa yang diperbuat Alya, dari mulai dia mendorongku sampai ke kolam, keanehan di kamarku, sampai aku dih
Aku memekik kesakitan, ketika Arin menghantamkan piring bekas ke arah wajahku hingga terpecah belah menjadi beberapa bagian. Bukan hanya satu kali, dia melakukannya lebih dari ini.Pisau yang ada di genggamanku terlepas sudah. Benda itu terlempar ke sembarang arah, hingga aku tidak bisa menemukannya.Wajahku yang hancur, kini harus kembali merasakan sakit yang luar biasa. Pecahan dari piring itu menancap sampai ke daging wajahku. Darah segar seketika mengucur deras membasahi baju dan lantai.“Kurang ajar!” jeritku.Arin berhasil menjauh dariku. Dia menyoroti mataku menggunakan cahaya dari senter ponselnya. Membuat mataku silau dan aku cukup kesulitan untuk menetralkan pandanganku.“Singkirkan benda itu!” pekikku.“Maaf, Alya! Kamu sudah sangat keterlaluan. Dengan terpaksa aku harus melakukan ini,” ucap Arin.Aku menghalangi cahaya itu dari mataku menggunakan kedua tanganku. Aku menunduk, kuraba pecahan piring yang menancap di wajahku. Beberapa saat aku tidak bergerak, aku memandangi a
(POV Alya)“Alya!” ucap Arin lirih.Aku memperkuat jambakanku pada rambut Arin. Aku tidak bisa bermanis-manis lagi pada wanita ini. Gara-gara dia aku seperti ini. Apalagi ketika aku mendapat informasi jika Malik dan Arin melakukan pernikahan ulang. Membuatku hancur, seolah dunia tidak pernah berpihak padaku.“Ya! Ternyata kamu masih mengingatku, Arin? Kenapa? Kaget melihatku seperti ini? Em … bagaimana tanggapanmu?” tanyaku.Kulihat dari sorot senter ponsel, Arin terisak. Dia ketakutan ketika kuarahkan mata pisau ini di lehernya.Justru hal ini yang paling aku nikmati. Aku sangat menikmati momen tersiksanya wanita ini. Di setiap detail ketakutan yang dia tunjukkan, menjadi kekuatan bagiku untuk terus membuatnya tersiksa. Aku merasa menang, aku merasa berkuasa atas dirinya.“Kenapa kamu lakuin ini? Yang aku tahu, Alya yang aku kenal, dia wanita baik. Kenapa kamu jadi seperti ini, Al?” tanyanya.Cengkeraman tanganku pada rambutnya sengaja sedikit kulonggarkan. Namun, tidak benar-benar a
Dengan mudahnya aku membuka pintu gudang ini. Aku kira pintu ini dikunci. Namun, ternyata tidak.Perlahan kubuka pintu ini, dalam sekejap suara seseorang yang sedang mengasah benda tajam itu tidak terdengar lagi.Gelap, hanya kegelapan yang menyapaku ketika pintu ini terbuka. Perlahan kulangkahkan kaki ini memasuki ruangan tersebut.Huek!Aku tidak tahan, bau itu … bau busuk berhasil membuatku muntah. Sepertinya banyak bangkai tikus di ruangan ini, sebab jarang sekali orang-orang memasukinya, apalagi membersihkannya. Namun, suara benda tajam itu?Kututup hidung ini dengan kerah baju, lalu menyalakan senter dari ponselku. Seketika cahaya berpendar ketika aku menyoroti setiap sudut ruangan.Banyak sekali barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Membentuk sebuah tumpukan, terdapat banyak debu yang menempel.Langkahku semakin dalam, mencari keberadaan bangkai yang kuyakini berasal dari tikus. Aku akan memberitahu Bi Saroh nanti, setelah aku menemukannya.Aku mengerutkan dahiku, kean
“Kenapa kamu tidak pernah cerita kalau kamu masih punya Ibu, Nak Malik?”Hari pernikahan Vita sebentar lagi akan dilaksanakan. Hanya dekor biasa, tidak banyak mengundang tamu, hanya keluarga inti yang hadir. Semua dilakukan secara sederhana. Kami tengah menunggu datangnya mempelai pria beserta kelu
“Maaf, maksudku Ibu!” Aku bangun, menegakkan tubuhku menjadi posisi duduk. Rasa canggung dan takut kembali menyelimuti diri.Mama terlihat menyeka air matanya. Aku tidak tahu apa penyebab dia menangis seperti ini.“Maaf, saya sudah mengganggu tidurmu,” ucapnya.“Tidak apa-apa, Bu. Aku tidak merasa
“I-ibu mau ngapain?”Aku sedikit beringsut menjauhi Mama. Susah payah aku menelan saliva. Memikirkan hal buruk yang akan terjadi padaku.Mama semakin mendekat. Namun, sama sekali dia tidak berucap apa pun.Semakin dekat, semakin aku ketakutan, hingga Mama telah dekat, dia menarik kursi riasku, lalu
Aku melanjutkan langkahku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak ayal, setelah mendengar obrolan Mama barusan, senyuman ini tak bisa lepas dari bibirku.Aku senang, aku bahagia, akhirnya perlahan Mama bisa menerimaku. Aku sangat bersyukur, aku berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah ber






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.