(POV Arin)Semenjak lantai rumah ibu dibongkar, dengan cepat aku membeli penggantinya, dan … hari ini, hari kedua pemasangan telah selesai. Bahkan barang-barang ibu pun aku menggantinya dengan yang baru.“Bu, Yah, aku harus pulang. Tidak enak lama-lama ninggalin Malik,” pamitku.“Ya sudah, hati-hati di jalan. Salam sama nak Malik,” sahut ibu.“Jangan lupa, kamu harus terus berusaha untuk cepat hamil. Ayah ingin sekali menimbang cucu dari kalian,” timpal ayah.Aku hanya mengangguk, aku bingung mesti menjawab apa. Bahkan sampai saat ini, jangankan berusaha hamil, kamar kami saja masih terpisah.“Aku pamit, Bu, Yah! Jaga kesehatan kalian!”Aku pun menghampiri mobilku, di sana pak Murad sedang menunggu sambil sesekali menghisap rokok.“Jalan, Pak!” seruku.Dalam perjalanan pulang ke rumah Malik, aku terus memikirkan perkataan ayah tadi. Mereka sangat berharap akan kehadiran seorang cucu dalam pernikahan kami. Namun, sampai saat ini Malik belum bisa menerimaku sebagai istrinya.***Waktu t
Last Updated : 2026-01-01 Read more