Semalaman Adit tak bisa tidur karena batuk yang melanda. Ditambah kamar ini begitu pengap karena minim ventilasi, membuat Adit menjadi sesak.Saat Adit merogoh tasnya, disaat itu juga dia menyadari jika inhalernya tidak ada. Astaga! Padahal, Adit sudah menaruh obatnya di saku paling atas. Tapi, kenapa inhalernya bisa tertinggal?Adit lalu keluar dari kamar. Ah, ternyata udara di luar lebih menyejukkan dibanding di dalam kamar. Ia pun memutuskan tidur di dapur saja, tak lupa ia menyeret kasur busa kecil yang ada di kamarnya tadi. Setidaknya tidur disini lebih baik.Pagi menjelang, hidung Adit mencium kembali sesuatu yang memancingnya untuk batuk. Ternyata Marinda tengah memasak nasi goreng."Eh, Adit!" Marinda menoleh ketika Adit terbangun lalu batuk."Maaf, tante.." ucap Adit serak."Tadi tante mau bangunin kamu, tapi nggak enak karena kayaknya kamu nyenyak banget."Adit hanya berdeham. Dia lalu bangkit dari duduknya dan mengambil air minum."Kenapa kamu malah tidur di dapur sih, dit?
最終更新日 : 2025-12-16 続きを読む