MasukSelain menjadi nyonya rumah yang cantik, sekarang Dya memiliki kesibukan baru yaitu mengurus restoran milik suaminya. Dyandra baru tahu betapa sibuknya Andri selama ini. Dya pikir karena menjadi pemilik restoran, Andri hanya bisa menjadi telunjuk sakti. Rupanya salah.Andri harus sibuk memikirkan keberlangsungan 10 cabang restoran miliknya. Khusus di kota ini, ada 5 cabang restoran miliknya, belum lagi 5 yang ada diluar kota.Hampir setiap hari Dya bolak balik dari satu cabang ke cabang lainnya. Menghandle keluhan pelanggan, masalah di dapur atau masalah yang terjadi antar pegawai."Aku dengar kamu tadi menghadapi keluhan pembeli. Apa benar?" Tanya Andri malamnya ketika mereka bisa bertemu."Cepet banget tahunya.. padahal aku belum ngasih tahu apa-apa.""Ya. Aku lihat laporan di grup." Sahut Andri datar.Dyandra menghela nafas. "Ada karyawan yang salah memasukkan jenis pesanan, jadi ada pembeli yang marah tadi. Terus aku sudah menggantinya. Nggak apa-apa, kan?""Nggak masalah. Yang pe
Pagi sekali pengantin baru sudah sibuk di dapur. Memang ada pelayan, tapi untuk sarapan suaminya, Dyandra sendiri akan turun tangan. Apalagi hari ini suaminya sudah masuk bekerja.Selesai dengan urusan dapur, Dya menyusul Andri ke kamar. Tadi Dya sudah menyiapkan pakaian kerja saat Andri membersihkan diri ke kamar mandi. Tinggal di pakai saja.Saat masuk, Dya menemukan suaminya yang kesulitan memakai dasi."Sepertinya aku harus beli dasi rekat saja!" Gerutu Andri. Pagi harinya ternodai karena kesulitan memakai dasi. Hampir setiap hari selalu begini, ujung-ujungnya Andri tak akan memakai dasi.Sedang memilin, tangan Dyandra muncul hingga membuat Andri terkesiap."Biar aku bantu." Kini Dya mengambil alih memasang dasi suaminya."Kamu bisa memasangnya?" Tanya Andri menatap lekat istrinya ini."Aku coba dulu." Dyandra sampai terkekeh. Dya juga tak pernah memasang dasi, terakhir kali ketika sekolah menengah.Dua manusia ini sama-sama memiliki kesibukan, Dya yang sibuk memasang dasi suaminy
Pagi sekali, Dya dan Andri keluar dari hotel bersama keluarga yang lain. Mereka menuju kediaman Nadira dan berkumpul lagi disana.Diketuai oleh Yasmine, para wanita sibuk membongkar hadiah sementara para pria mengobrol di ruang keluarga."Lihat! Kado dari temanmu, mbak." Yasmine terkekeh dan menyerahkan kado itu pada Nadira.Nadira tersenyum dan memberikan kado tersebut pada Dyandra."Perhiasan?" Mata Dyandra membulat sempurna setelah mendapat kalung yang indah dari teman Nadira."Bertahta berlian."Wah, Dya sampai takjub. Sepanjang hidupnya baru kali ini Dya melihat berlian asli.Beralih pada kado yang lain, banyak yang memberikan barang untuk dipakai oleh Dyandra dan tentunya semua bermerek. Dya sampai kerepotan menghapal nama brand yang terpampang di jam tangan, tas hingga sepatu. Sungguh bersyukur sekali Dyandra di pernikahannya kali ini."Oh.. ada satu lagi hadiah yang belum dibuka."Dya lalu mengambil satu paper bag yang belum tersentuh dan menyebutkan nama pengirimnya."Dahlia.
Dyandra pikir selesai resepsi maka berakhir juga rangkaian acara hari ini. Rupanya, Dya salah. Masih ada acara terakhir yaitu makan malam bersama keluarga besar.Tak hanya Yasmine dan Cipta. Nadira juga memiliki saudara sepupu yang tinggal diluar kota. Mereka ikut bahagia melihat pernikahan ini. Ketulusan itu rasanya sampai ke hati Dyandra.Mereka bahkan tak mau mengusik status Dyandra sebagai janda. Kisah kelam Dyandra juga sudah mereka ketahui. Begitu juga fakta jika Maria adalah penggoda mantan mertuanya. Tapi, bukannya menghakimi. Mereka malah berempati.Entah cerita seperti apa yang disampaikan Andri hingga Dya merasa keluarga ini begitu mengasihinya."Apa kalian sudah punya rencana honeymoon? Kalau belum, aku akan memberikan tiket gratis ke Maldives." Ujar Jeremy."Hanya tiket gratis?" Yasmine menahan tawanya."Beserta penginapan. Tapi kalau untuk biaya jalan-jalan minta saja pada mamamu." Jeremy tertawa mengatakan itu."Aku belum kepikiran, Paman. Dua hari lagi malah aku harus
Persiapan pernikahan dimulai dari sekarang. Karena Dyandra yang tak tahu apa-apa, maka Nadira yang mengambil alih semuanya. Mulai menyewa wedding organizer, gaun pengantin, undangan serta perintilan lainnya, Nadira yang memikirkannya.Andri sendiri sibuk di perusahaan, memulai pekerjaan barunya sebagai seorang CEO. Ya ampun, Andri gerah sekali harus memakai jas sepanjang hari. Tapi mau bagaimana lagi? Kedudukan ini memaksanya berpenampilan seperti itu.Baru bergabung, Andri hanya tahu sedikit mengenai perusahaan. Itu karena dari dulu ia tak tertarik. Sekarang semuanya dimulai dari nol, Andri belajar sedikit demi sedikit. Dari seorang koki sekarang menjadi pengusaha. Ada dua yang Andri urusi, mulai dari perusahaan hingga restoran."Sebentar lagi Andri kemari. Nanti kita sama-sama mencari cincin pernikahan." Ucap Nadira saat mereka baru saja menentukan tema pernikahan.Nadira ingin dua anak ini menikah di hotel bintang 5. Mengundang seluruh kolega dan wartawan. Nadira ingin menunjukkan
Oleh karena kondisi yang belum sehat, Dyandra akhirnya bisa menemui pria ini dua hari setelahnya di restoran minang.Dahi Dyandra mengernyit ketika melihat Andri dengan setelan yang berbeda. Biasanya pria ini akan memakai kemeja atau kaos berkerah. Tapi hari ini dia memakai setelan jas rapi. Ternyata, Andri juga tak ada di restoran. Dyandra harus menunggu sampai setengah jam dulu."Maaf menunggu lama. Kamu sudah pesan makan?" Tanya Andri ketika sudah masuk ke ruang VIP."Nggak masalah. Aku juga baru datang. Kamu dari mana?""Aku dari kantor. Semenjak papa tidak ada, semua tugas dilimpahkan padaku."Dyandra mengangguk mengerti."Jadi ibu Nadira dan Tuan Heru memutuskan untuk berpisah?""Iya. Mamaku sudah terlalu lama memendam semuanya. Jadi inilah akhirnya.""Berarti ini sering kali terjadi?" Dyandra sekarang sudah bisa mencerna masalah yang dihadapi Nadira."Ya begitulah.. sudah ku katakan, Dya. Selingkuh itu penyakit.. ibarat makanan, istri sah adalah lauk pokoknya dan wanita lain ad







