Seorang wanita dari sekte lain bergerak ke samping, menjauh dari jalur pertarungan yang mungkin terjadi. "Bunuh atau jangan, putuskan sekarang. Semakin lama kalian berdebat, semakin kuat makhluk itu mencengkeram." Pria yang menghalangi menoleh ke arahnya. "Mudah bicara kalau bukan muridmu yang di sana." "Justru karena bukan muridku, aku bisa berpikir." Wanita itu tidak membuang pandangannya dari murid yang bergerak tidak wajar. "Kau tidak sedang menyelamatkannya. Kau sedang menunda." Murid yang kerasukan membuka mulutnya. Suara yang keluar bukan suaranya. Rendah, patah-patah, seperti seseorang yang belajar menggunakan pita suara untuk pertama kali. Tidak ada kata yang jelas, hanya getaran udara yang membuat tengkuk semua orang yang mendengarnya terasa beku. Pria yang menghalangi itu menatap muridnya sendiri. Tangannya yang terentang mulai gemetar. Kultivator
Magbasa pa