Nyonya Levric langsung berdiri. “Jester! Cukup—”Namun Jester sudah kehilangan kesabaran. Ia melangkah maju, tangannya mencengkeram pergelangan Elyse tanpa ragu. Pegangannya keras, penuh emosi yang tertahan.“Ikut aku!” bentaknya.Elyse sedikit terhuyung saat ditarik berdiri. Gaunnya berdesir, kursi di belakangnya bergeser pelan. Ia menoleh sekilas pada Nyonya Levric, tatapan singkat, patuh, tanpa perlawanan.“Nyonya,” ucap Elyse lembut, seolah meminta izin.Nyonya Levric ragu sejenak, lalu berkata tegas, “Jester, jangan bersikap berlebihan. Kita bisa membicarakan ini—”“Tidak sekarang,” potong Jester dingin. &
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-27 อ่านเพิ่มเติม