Teilen

86. Batalkan saja

last update Zuletzt aktualisiert: 28.12.2025 12:00:59

Halaman mansion mendadak sunyi.
Ector berdiri di samping Jester, diam, namun sikapnya jelas berpihak.

Elyse menatap Jester lama. Tidak ada amarah di wajahnya hanya kelelahan yang dalam, dan sesuatu yang perlahan runtuh.
Ancaman itu bukan hanya soal pernikahan. Itu adalah pernyataan, bahwa apa pun yang terjadi, Ivanka selalu lebih dipercaya darinya.

Dan di hadapan semua orang, Elyse berdiri sendirian.

Kesunyian hanya sebentar saja, lalu perlahan dipenuhi bisik bisik.

“Serius? Menunda pernikahan di depan umum seperti itu?”
“Hanya karena Ivanka…”

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (4)
goodnovel comment avatar
RaHmi
brasa sedikit aja bacanya...hadeeh kurang byk bab nya thor....klw ada dyall alexander enak bacany...
goodnovel comment avatar
Rifda Nafisha
pliss lah othorrr FL nya jgn dibuat dungu² bgt kek elyse...dia kn uda pernah mati & hidup kembali sharusnya banyak plajaran yg diambil dr khidupn sbelumnya bukan malah ngulangin kbodohan msalalu dg mau²nya aja dtekan berbagai pihak & bisa tegessss
goodnovel comment avatar
Mayr
Gitu donk Dyall muncul disaat yang tepat….Jester gak tau malu
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   154. Rencana cadangan

    Elyse terdiam.Ditunda.Ia mengedip, mencerna kata itu. Perasaannya tidak kacau justru sebaliknya. Ada kelegaan yang perlahan menyusup ke dadanya.“Begitu ya…” ucapnya lirih.Countess mengangguk. “Tidak perlu terburu-buru. Kau bisa beristirahat dulu.”Viona menatap Elyse sedikit ragu. “Aku harap ini tidak membuatmu tidak nyaman.”Elyse menggeleng. “Tidak. Aku senang untuk kalian.”Dan kali ini, ia tidak berbohong.Elyse menurunkan pandangannya, tangannya kembali menyentuh perutnya dengan lembut. Ia belum tahu apa yang akan terjadi ke

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   153. Wanita yang sama yang menjadi istrinya

    Sejak hari itu, dunia Dyall runtuh, lalu dibangun kembali dengan cara yang kejam.Ia bukan lagi sekadar pangeran terbuang yang hidup di istana mati, bangunan busuk yang lebih mirip gudang terlantar daripada kediaman bangsawan kekaisaran. Untuk pertama kalinya, Dyall dibawa menghadap lelaki yang selama ini hanya ia kenal dari potret dan cerita lelaki dengan rambut hitam pekat dan mata merah darah, persis seperti dirinya sendiri.Kaisar.Ayah kandungnya.Dyall berdiri diam, punggungnya lurus, wajahnya tanpa ekspresi. Ia telah belajar sejak kecil bahwa menunjukkan emosi di istana hanya akan mengundang penderitaan.Di sisi lain, kakeknya Duke Harold berdiri dengan punggung tegak, amarahnya tak disembunyikan sedikit pun.

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   152. Pangeran terbuang

    Elyse kecil memiringkan kepalanya, menatap Dyall dengan mata jernih yang belum ternodai oleh intrik atau kebencian.“Baiklah, Pangeran Dyall,” katanya polos, seolah gelar itu benar-benar masuk akal baginya. “Apa kau tahu ke mana arah menuju istana? Aku tersesat… dan aku tidak tahu jalan pulang.”Dyall mengalihkan pandangan.Ia tahu. Tentu saja ia tahu. Jalur menuju istana utama adalah jalur yang setiap hari ia lihat dari kejauhan, tempat yang ramai, terang, dan bukan miliknya. Namun ia tidak mengatakannya.Elyse menyipitkan mata, seakan mencoba membaca kebohongannya. “Kalau kau benar-benar pangeran,” lanjutnya, nadanya menantang tapi tetap kekanak-kanakan, “kau pasti tahu jalan menuju istana.”

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   151. Ingatan

    Detik berikutnya, tangan Dyall mencengkeram lebih erat, bukan menyakitkan, melainkan seolah ia sedang memastikan Elyse benar-benar ada di hadapannya.“Kau yakin?” tanyanya, nada suaranya terkendali dengan paksa. “Bukan bayangan? Bukan kesalahan?”Elyse menggeleng. “Aku tahu apa yang kulihat. Dan aku tahu wajah itu.”Keheningan kembali turun, lebih berat dari sebelumnya.Akhirnya Dyall menarik Elyse ke dalam pelukan, menekan keningnya ke rambut Elyse. Nafasnya berat, tertahan, bukan karena takut, melainkan karena sesuatu yang lama terkubur kini bangkit kembali.“Jika kau yang mengatakannya,” ucap Dyall perlahan, suaranya dingin dan tajam,&l

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   150. Apa kau percaya padaku?

    Udara di kamar itu seolah membeku.Dyall tidak langsung menjawab. Matanya sedikit membesar, lalu mengeras bukan marah, melainkan terkejut. Ia menatap Elyse seolah mencoba memastikan bahwa ia tidak salah dengar.“Dari siapa kau mendengar itu?” tanyanya pelan, namun nadanya berubah dingin.Elyse menggeleng kecil. “Itu tidak penting.”Ia menunduk, jemarinya mencengkeram kain gaunnya sendiri. “Yang penting… apakah itu benar?”Dyall menghela napas panjang. Tangannya terangkat, lalu berhenti di udara, seolah ragu untuk menyentuh Elyse lagi.“Aku tidak pernah mengatakan aku akan menikahinya,” jawab Dyall akhirnya. Tegas. Pasti.

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   149. Pernikahan bukan pengorbanan

    Dunia Elyse seolah berhenti berputar.Napasnya tercekat di tenggorokan. Matanya membesar sedikit, bukan karena kaget semata, melainkan karena ia tidak pernah menyangka kalimat itu akan keluar dari mulut ibunya bukan sekarang, bukan setelah semua yang terjadi.“Kali ini,” lanjut Countess, suaranya bergetar tipis namun penuh tekad, “ibu dan ayahmu akan berada di pihakmu.”Sunyi menyelimuti kamar.Elyse hanya menatap Countess tanpa suara. Di dalam kepalanya, kenangan dan kenyataan bertabrakan, Janji yang telah diucapkan, langkah-langkah yang sudah diambil, rahasia yang kini ia simpan sendirian… dan satu kehidupan kecil yang bahkan belum diketahui siapa pun di ruangan ini.“Ibu…” bib

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status