Mereka sudah selesai.Dyall berdiri sangat dekat, kedua tangannya dengan tenang merapikan gaun Elyse yang sempat kusut meluruskan lipatan kain, merapikan bahu, memastikan kancing kecil di belakang terpasang rapi. Gerakannya lembut, nyaris bertolak belakang dengan apa yang baru saja terjadi.Elyse berdiri diam, menatap ke samping, wajahnya tenang namun jelas menyimpan rasa kesal.“Kau kesal?” tanya Dyall akhirnya, suaranya rendah, nyaris menggoda.Elyse mendengus pelan. “Saya sudah meminta Anda,” katanya tanpa menoleh, “jangan membuat tanda di tempat yang mudah dilihat orang.”Dyall berhenti sejenak, lalu tersenyum kecil, senyum yang sama sekali tidak menunjukkan penyesalan.
Huling Na-update : 2026-01-01 Magbasa pa