แชร์

90. Tidak dewasa

last update ปรับปรุงล่าสุด: 29.12.2025 12:00:46

Tanpa menunggu jawaban, Elyse melangkah naik, meninggalkan Ector dengan wajah mengeras dan satu kesadaran yang mulai sulit ia sangkal.

“Ibu, Ayah! Lihat tingkah Elyse!” teriak Ector dengan nada tinggi, suaranya menggema di ruang masuk. “Baru saja dibela Kaisar seperti itu, kepalanya sudah besar. Dia jadi berani menantang, padahal jelas-jelas dia tidak menghormati calon suaminya sendiri!”

Langkah Elyse terhenti di anak tangga.

Ia tidak berbalik. Namun setiap kata itu terdengar jelas, menembus telinganya tanpa ampun. Dadanya terasa mengeras, napasnya tertahan, tetapi ia tetap diam hingga ucapan berikutnya membuatnya benar-benar tak habis pikir.

“Lebih baik kau mengalah dulu,” lanjut Ector, nadanya kini lebih rendah namun tajam. “Yang Mulia Kaisar sekarang hanya merasa bersalah padanya. Itu sa

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (4)
goodnovel comment avatar
breadenafa
Ellis kamu harus tegas jangan mau terus di permainkan
goodnovel comment avatar
Mayr
Kereenn Elyse ….gitu donk tegas…mamam tuh jester
goodnovel comment avatar
Jumi Rfs
mantap, ayoo elyse lawan mereka....
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   154. Rencana cadangan

    Elyse terdiam.Ditunda.Ia mengedip, mencerna kata itu. Perasaannya tidak kacau justru sebaliknya. Ada kelegaan yang perlahan menyusup ke dadanya.“Begitu ya…” ucapnya lirih.Countess mengangguk. “Tidak perlu terburu-buru. Kau bisa beristirahat dulu.”Viona menatap Elyse sedikit ragu. “Aku harap ini tidak membuatmu tidak nyaman.”Elyse menggeleng. “Tidak. Aku senang untuk kalian.”Dan kali ini, ia tidak berbohong.Elyse menurunkan pandangannya, tangannya kembali menyentuh perutnya dengan lembut. Ia belum tahu apa yang akan terjadi ke

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   153. Wanita yang sama yang menjadi istrinya

    Sejak hari itu, dunia Dyall runtuh, lalu dibangun kembali dengan cara yang kejam.Ia bukan lagi sekadar pangeran terbuang yang hidup di istana mati, bangunan busuk yang lebih mirip gudang terlantar daripada kediaman bangsawan kekaisaran. Untuk pertama kalinya, Dyall dibawa menghadap lelaki yang selama ini hanya ia kenal dari potret dan cerita lelaki dengan rambut hitam pekat dan mata merah darah, persis seperti dirinya sendiri.Kaisar.Ayah kandungnya.Dyall berdiri diam, punggungnya lurus, wajahnya tanpa ekspresi. Ia telah belajar sejak kecil bahwa menunjukkan emosi di istana hanya akan mengundang penderitaan.Di sisi lain, kakeknya Duke Harold berdiri dengan punggung tegak, amarahnya tak disembunyikan sedikit pun.

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   152. Pangeran terbuang

    Elyse kecil memiringkan kepalanya, menatap Dyall dengan mata jernih yang belum ternodai oleh intrik atau kebencian.“Baiklah, Pangeran Dyall,” katanya polos, seolah gelar itu benar-benar masuk akal baginya. “Apa kau tahu ke mana arah menuju istana? Aku tersesat… dan aku tidak tahu jalan pulang.”Dyall mengalihkan pandangan.Ia tahu. Tentu saja ia tahu. Jalur menuju istana utama adalah jalur yang setiap hari ia lihat dari kejauhan, tempat yang ramai, terang, dan bukan miliknya. Namun ia tidak mengatakannya.Elyse menyipitkan mata, seakan mencoba membaca kebohongannya. “Kalau kau benar-benar pangeran,” lanjutnya, nadanya menantang tapi tetap kekanak-kanakan, “kau pasti tahu jalan menuju istana.”

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   151. Ingatan

    Detik berikutnya, tangan Dyall mencengkeram lebih erat, bukan menyakitkan, melainkan seolah ia sedang memastikan Elyse benar-benar ada di hadapannya.“Kau yakin?” tanyanya, nada suaranya terkendali dengan paksa. “Bukan bayangan? Bukan kesalahan?”Elyse menggeleng. “Aku tahu apa yang kulihat. Dan aku tahu wajah itu.”Keheningan kembali turun, lebih berat dari sebelumnya.Akhirnya Dyall menarik Elyse ke dalam pelukan, menekan keningnya ke rambut Elyse. Nafasnya berat, tertahan, bukan karena takut, melainkan karena sesuatu yang lama terkubur kini bangkit kembali.“Jika kau yang mengatakannya,” ucap Dyall perlahan, suaranya dingin dan tajam,&l

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   150. Apa kau percaya padaku?

    Udara di kamar itu seolah membeku.Dyall tidak langsung menjawab. Matanya sedikit membesar, lalu mengeras bukan marah, melainkan terkejut. Ia menatap Elyse seolah mencoba memastikan bahwa ia tidak salah dengar.“Dari siapa kau mendengar itu?” tanyanya pelan, namun nadanya berubah dingin.Elyse menggeleng kecil. “Itu tidak penting.”Ia menunduk, jemarinya mencengkeram kain gaunnya sendiri. “Yang penting… apakah itu benar?”Dyall menghela napas panjang. Tangannya terangkat, lalu berhenti di udara, seolah ragu untuk menyentuh Elyse lagi.“Aku tidak pernah mengatakan aku akan menikahinya,” jawab Dyall akhirnya. Tegas. Pasti.

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   149. Pernikahan bukan pengorbanan

    Dunia Elyse seolah berhenti berputar.Napasnya tercekat di tenggorokan. Matanya membesar sedikit, bukan karena kaget semata, melainkan karena ia tidak pernah menyangka kalimat itu akan keluar dari mulut ibunya bukan sekarang, bukan setelah semua yang terjadi.“Kali ini,” lanjut Countess, suaranya bergetar tipis namun penuh tekad, “ibu dan ayahmu akan berada di pihakmu.”Sunyi menyelimuti kamar.Elyse hanya menatap Countess tanpa suara. Di dalam kepalanya, kenangan dan kenyataan bertabrakan, Janji yang telah diucapkan, langkah-langkah yang sudah diambil, rahasia yang kini ia simpan sendirian… dan satu kehidupan kecil yang bahkan belum diketahui siapa pun di ruangan ini.“Ibu…” bib

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status