Freya berdiri dan menatap Dina. "Kalau Aksa aja seberani itu, aku nggak punya alasan untuk menolak lagi Bu. Nanti siang aku akan ke sana dengan Aksa.""Ya udah, Fre, kalau emang itu yang jadi keputusanmu. Ibu akan mendukung... tapi pastikan, jangan sampai mereka membuat Aksa ketakutan lagi."Freya mengangguk.Siang itu, Freya sudah sampai di sekolah Aksa dulu. Dia melangkah memasuki aula sekolah dengan jantung yang berdegup kencang, meski dia berusaha tetap tegap. Aksa menggenggam tangannya erat, mengenakan pakaian rapi.Sesampainya di dalam aula, pemandangan di dalam sungguh di luar dugaan Freya. Bukan hanya kepala sekolah dan orang tua murid yang hadir, tetapi ada sosok wanita elegan yang duduk di barisan depan dengan angkuh."Zea?" gumam Freya tertahan.Zea menoleh, memberikan senyum tipis. Dia berdiri, merapikan setelan mahalnya, lalu melangkah menghampiri Freya. "Selamat datang, Freya. Aku nggak nyangka kamu punya keberanian untuk menginjakkan kaki di sini lagi," ucap Zea dengan
Última actualización : 2026-02-11 Leer más