Tawaran dari Pak Baskoro terdengar menggiurkan. Dia sudah merindukan suasana bekerja. Namun, Freya menarik napas panjang lalu menatap Pak Baskoro dengan senyum yang tenang."Terima kasih banyak atas tawarannya, Pak. Kebaikan Bapak akan selalu saya ingat," ucap Freya dengan nada rendah. "Tapi, saya menolak tawaran Bapak dengan segala hormat. Selama ini saya selalu lari, Pak. Saya sadar, kalau saya terus bersembunyi di balik punggung orang lain, masalah saya nggak akan selesai."Pak Baskoro tertegun."Untuk itu, saya akan menyelesaikan masalah ini sebelum memulai kembali lembaran yang baru," lanjut Freya.Sebuah senyum bangga muncul di wajah Pak Baskoro. "Sekarang aku mengerti kenapa anakku bisa tergila-gila padamu. Baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusanmu, aku nggak akan memaksa."Setelah berbasa-basi sejenak, Freya berdiri lalu berpamitan untuk pulang. Sepanjang berjalan melalui lorong, beban di pundaknya terasa berkurang karena merasa ada yang mendukungnya.Setelah pulang dari ka
Última actualización : 2026-02-16 Leer más