Taman belakang dengan penerangan yang remang-remang terasa mencekam saat mendengar Dikta menyampaikan kabar tentang Aditya yang hampir bebas."Apa? Aditya nggak jadi dipenjara?" tanya Freya, suaranya bergetar.Dikta mengangguk. "Awalnya pengadilan memvonis Aditya dengan hukuman lima tahun penjara dan denda. Tapi entah kenapa, hukuman itu langsung berubah menjadi kurungan sebulan dan denda yang nggak seberapa. Dua hari lagi, Aditya akan benar-benar bebas."Freya merasa dunia di sekitarnya berputar. Kakinya mendadak lemas, dia limbung dan hampir terjatuh ke tanah jika saja Dikta tidak dengan sigap memegangi bahunya."Kamu nggak apa-apa?" tanya Dikta khawatir.Freya mengangguk lemah, mencoba menstabilkan napasnya. "Aku tahu apa yang menjadi kekhawatiranmu," kata Dikta dengan tatapan iba. "Tapi tenang aja, selama kamu dan Aksa tetap ada di rumah ini, kalian akan tetap aman.""Semoga saja, Ta. Orang seperti Aditya itu sangat nekat. Aku hanya takut dengan keamanan Aksa aja," lirih Freya."
อ่านเพิ่มเติม