Freya terdiam. Air dingin merembes ke pakaiannya sendiri, membuatnya menggigil, namun dia tetap tidak melepaskan Arya. "Karena aku gak bisa melihat orang mati di depanku, meskipun orang itu adalah kamu."Arya menarik Freya lebih dekat hingga dahi mereka bersentuhan. Suhu tubuh Arya perlahan mulai turun, namun ketegangan di antara mereka justru semakin memuncak. Di ruangan sempit yang basah itu, mereka saling berpandangan, tanpa adanya topeng yang membatasi ego mereka satu sama lain."Lima tahun, Fre... setiap malam aku membayangkan saat-saat seperti ini," Arya berbisik tepat di depan bibir Freya. "Bukan di bawah pengaruh obat sialan ini, tapi saat aku benar-benar bisa memelukmu sebagai suamimu."Freya merasa jantungnya mencelos. "Jangan katakan itu, Mas. Kasihan istrimu, Zea.""Aku gak punya siapa-siapa! Hanya kamu... sejak dulu hanya kamu istriku." Arya memejamkan mata, membiarkan air menyiram mereka berdua. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Freya yang basah,
Last Updated : 2026-01-23 Read more