“Belajar baking sama mamanya. Tante Miranda selain jago masak, dia jago baking juga, loh. Mana enak-enak banget semua makanan yang dia buat.”“Serius cuman baking?” Lavie menaikkan sebelah alisnya.“Emang mau ngapain lagi. Kalian kayak nggak tau dia aja, kuno banget anaknya tuh. Mana berani dia ngapa-ngapain gue.”“Masak? Kemaren aja di leher sama bahu lo ada bekas cipokan tuh, dari siapa coba kalo bukan Sangkara?”“Itu udah maksimal, nggak bakal berani lebih dari itu dia. Gue jamin. Jadi kalian tenang aja.”“Oke, forget it. Hari ini, kan, kita mau seneng-seneng. Jadi mau ke mana dulu, nih?” Sahut Claudia.“Salon?” Usul Diandra.“Boleh, setelah itu makan siang, shopping, trus ke karaoke, atau mau lanjut ke sirkuit juga boleh,” kata Lavie penuh semangat.“Deal.”“Deal.”Setelah semuanya setuju, mereka segera bergegas pergi ke salon langganan mereka sejak SMA. Mereka perlu melakukan beberapa treatment untuk wajah, rambut, dan tubuh mereka.Setelah beberapa hari ini melewati hari-hari yan
Magbasa pa