“Eh, udah-udah. Kenapa malah pada ribut, sih? Ini gue lagi deg-degan parah, loh, karena bentar lagi mau Sempro. Kalian malah sibuk berdebat.”“Dia duluan tuh yang mulai!” Seru Lavie tak mau kalah.“Ya, lo ngatain gue sombong,” Gavin tak mau kalah.“Everyone, please stop. Tolong hargain Diandra yang bentar lagi akan masuk ke babak baru perkuliahan ini. Sebagai sahabat, kita ada di sini untuk support dan semangatin dia, bukan malah ribut sendiri,” Claudia memberi nasihat, yang langsung membuat teman-temannya itu terdiam.“Sorry ya, Di. Jadi malah ganggu konsentrasi lo, deh,” kata Lavie lebih dulu.“It’s oke.”“Gue juga minta maaf ya, Di,” lanjut Gavin.“Iya, tapi jangan diulangin lagi, ya. Gue mau Sempro dengan tenang, jadi kalian tolong jaga diri masing-masing, gue nggak mau sampe ada baku hantam.”Setelah memberi nasihat pada teman-temannya, nama Diandra dipanggil masuk ke dalam ruangan. Meninggalkan tiga sahabatnya di luar.Lavie, Claudia dan Gavin hanya diam menunggu sambil melakukan
Read more