“Hah? Gimana? Emang Claudia gagal move on dari siapa? Bukannya dia jomblo sejak lahir, ya?” Tanya Seno penasaran.“Sssttt, diem. Jangan dibahas,” gadis itu melotot pada keduanya.Seno mengangkat kedua tangan tanda menyerah, sementara Lavie justru tersenyum puas.“Sekarang gimana? Kita tinggalin aja mereka, atau mau tetep stay di sini?”Lavie dan Seno saling menatap sebelum menjawab.“Kayaknya kita pulang aja, deh. Toh, juga udah ada Kara di sini.” Kata Lavie.“Bener, untuk saat ini, kayaknya cuma Kara yang bisa handle Diandra,” lanjut Seno memvalidasi.“Oke, deh. Kita pamitan dulu sama Bik Asih, habis itu langsung balik.”Keduanya mengangguk setuju.***Diandra terbangun pukul 8 malam, kepalanya sedikit pusing dan ia yakin matanya pasti sudah sangat bengkak sekarang, mengingat tadi siang dia terus menerus me
Read more