"Hah ... jangan pedulikan?" Marissa menatap Danendra dengan senyum kecutnya. Ia merasa pria di depannya ini sangar egois. Danendra terus mengganggu Marissa, meminta wanita untuk kembali bersamanya. Tapi, dia tidak berusaha meyakinkan ibunya agar bisa menerima Marissa. "Danen... jangan lupa, Tante Ambar itu adalah ibumu! Kau harus berbakti padanya, menjauhi semua yang dia tidak suka! Menuruti semua keinginannya, termasuk menjauhi aku! Karena, walau bagaimanapun, dia adalah wanita yang telah melahirkanmu, berkorban banyak untukmu dari kau lahir sampai detik ini! Jadi, kau jangan menentangnya," ucap Marissa dengan pelan. Sebagai seorang ibu, Marissa tidak akan suka jika nanti putranya—Mario maupun Michael—menentang dirinya hanya demi seorang wanita. Marissa pun tidak ingin menjadi penyebab bertengkarnya ibu dan anak—Ambar dan Danendra. Karena itu akan berimbas ke hal-hal yang lainnya. "Untuk semua yang terjadi sebelumnya, kebaikanmu, kepedulianmu, cintamu, dan semua usahamu men
閱讀更多