Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 249 Nenek yang Ini

Share

Bab 249 Nenek yang Ini

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-04-15 22:44:28

Dua hari yang lalu, Sinta datang ke apartemen Zain dan bertamu ke tempat Marissa yang posisinya saling berhadapan dengan tempat tinggal Zain. Sinta pun sempat bertemu dengan Michael yang sangat tampan dan lucu itu, lalu berbincang bersama. Sekarang, ia dan putranya sengaja datang ke tempat itu ingin mengajak Marissa dan putranya pergi jalan-jalan. Sinta ingin mendekatkan diri pada calon menantu dan anak tiri putranya itu.

"Tunggu sebentar! Biar aku panggil Michael dulu!" Zain pun menghampiri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 249 Nenek yang Ini

    Dua hari yang lalu, Sinta datang ke apartemen Zain dan bertamu ke tempat Marissa yang posisinya saling berhadapan dengan tempat tinggal Zain. Sinta pun sempat bertemu dengan Michael yang sangat tampan dan lucu itu, lalu berbincang bersama. Sekarang, ia dan putranya sengaja datang ke tempat itu ingin mengajak Marissa dan putranya pergi jalan-jalan. Sinta ingin mendekatkan diri pada calon menantu dan anak tiri putranya itu. "Tunggu sebentar! Biar aku panggil Michael dulu!" Zain pun menghampiri pintu di belakang Marissa, lalu berdiri sambil menatap wanita di sampingnya. Seketika Marissa terdiam. Inginnya ia menolak, tapi rasanya tidak enak. Ingin mencari alasan, namun mulut Marissa terasa kaku dan susah untuk digerakan. Mau tidak mau, ia harus memberitahu kata sandi rumahnya pada Zain karena pria itu akan mengajak putranya keluar. Sambil menunggu Zain masuk ke dalam untuk memanggil Michael, Marissa pun bertanya pada Sinta. "Tante! Kenapa datang tidak memberitahuku dulu? Kalau ta

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 248 Ingin Bersama Zain

    "Hah ... jangan pedulikan?" Marissa menatap Danendra dengan senyum kecutnya. Ia merasa pria di depannya ini sangar egois. Danendra terus mengganggu Marissa, meminta wanita untuk kembali bersamanya. Tapi, dia tidak berusaha meyakinkan ibunya agar bisa menerima Marissa. "Danen... jangan lupa, Tante Ambar itu adalah ibumu! Kau harus berbakti padanya, menjauhi semua yang dia tidak suka! Menuruti semua keinginannya, termasuk menjauhi aku! Karena, walau bagaimanapun, dia adalah wanita yang telah melahirkanmu, berkorban banyak untukmu dari kau lahir sampai detik ini! Jadi, kau jangan menentangnya," ucap Marissa dengan pelan. Sebagai seorang ibu, Marissa tidak akan suka jika nanti putranya—Mario maupun Michael—menentang dirinya hanya demi seorang wanita. Marissa pun tidak ingin menjadi penyebab bertengkarnya ibu dan anak—Ambar dan Danendra. Karena itu akan berimbas ke hal-hal yang lainnya. "Untuk semua yang terjadi sebelumnya, kebaikanmu, kepedulianmu, cintamu, dan semua usahamu men

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 247 Apa Kau tidak Dengar

    "Eh... tunggu! Tunggu! Ngomong-ngomong ... dari mana kau tahu tentang karyawan baru itu?" Jimy benar-benar tidak mengerti. Mengapa Danendra tahu tentang karyawan wanita yang baru masuk itu? "Apa kau datang kemari karena hal ini?" tanya Jimy lagi yang semakin penasaran. Terdengar, Danendra menjawab dengan asal, "Ya! Ada masalah dengan karyawan baru itu! Dia juga mantan karyawan KJKnGroup, tapi itu dulu ... lima tahun yang lalu! Di perusahaan kami, dia mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas, dia kabur begitu saja setelah mengirim surat pengunduran dirinya! Sebagai pemilik dan pendiri perusahaan WiFoods ini, tentu aku harus berhati-hati terhadap karyawan itu, kan?" "Ehhh, tunggu sebentar! Rasanya, telingaku sudah tidak asing lagi dengan nama itu!" Jimy mulai berpikir. Ia mengingat-ingat nama yang tadi disebutkan oleh Danendra. "Marissa, ya?" tanya Jimy meyakinkan. Walau hari ini di perusahaan itu ada karyawan baru, tapi Jimy tidak tahu itu siapa. Tidak tahu juga kalau Maris

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 246 Karyawan Baru

    "Marissa!" "Enh!" Ia menjawabnya dengan singkat. Dari seberang telepon, terdengar Danendra bertanya, "Kenapa baru mengangkat teleponku sekarang? Ke mana saja kau?" "Tadi malam, kenapa pergi tanpa menungguku? Ditelepon tidak bisa, dicari pun tidak ada! Apa kau mau menghindariku lagi?" tanyanya lagi yang terdengar tidak suka. Di dalam toilet itu, Marissa tidak nyaman mendengarnya, juga tidak ingin membahas masalah semalam dengan Danendra. Marissa segera menjawab pertanyaan pria itu, "Eh, semalam, ada sesuatu hal yang terjadi di tempat tinggalku, jadi aku pulang tanpa memberitahumu!" "Sesuatu hal? Apa kau dijemput oleh pria itu?" Akhirnya Danendra bertanya tentang Zain. Ia ingin menanyakannya dari semalam, tapi Marissa tidak bisa dihubungi. "Enh!" Marissa pun mengerti dengan pertanyaan itu. Ia segera mengangguk. Tapi tidak membahas apapun lagi tentang kejadian semalam. "Kita perlu bicara! Sekarang kau ada di mana? Aku akan menjemputmu!" tanya Danendra yang tidak tahu di

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 245 Mulai Bekerja

    Hari ini adalah hari pertama Marissa bekeja di perusahaan yang waktu itu mewawancarai dirinya. Ia tetap menerima pekerjaan itu dan menolak tawaran Zain untuk bekerja di perusahaan keluarganya. "Marissa! Kita makan bareng, yuk! Kebetulan hari ini ada teman kami yang beulangtahun! Dia akan mentraktir kita makan! Ayolah ...." ajak teman kerjanya yang bernama Ara. Ara ini seusia dengan Marissa, tapi dia menikah. Ara sudah bekeja di perusahaan itu sejak empat tahun yang lalu, dari perusahaan WiFoods ini didirikan. Jadi, dia baik terhadap semua orang di perusahaan itu, terutama karyawan baru seperti Marissa. "Oh, Ya! Duluan saja! Aku tidak makan di luar!" jawab Marissa yang masih duduk di meja kerjanya. Saat ini Marissa tidak ingin pergi ke manapun, tidak ingin makan dan mengobrol dengan siapapun. Kejadian tadi malam masih menguasai isi kepalanya. Di mana Ambar terus menjelek-jelekan Marissa, juga mengancam agar Danendra tidak bersamanya lagi. Marissa mendengar semua percakapan mere

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 244 Papa Ada di Surga

    Di tempat parkir apartemen, Ambar masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh sopir. Ia duduk di kursi belakang bersama cucu kesayangannya—Drizela. "Danen! Apa kau tidak mau pulang sekarang?" tanya Ambar pada putranya yang berdiri di samping mobil. "Sebentar lagi, Ma! Masih ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Nanti setelah selesai baru pulang!" "Oh! Baiklah! Mama pulang dulu! Awas, jangan macam-macam! Mama tahu apa yang kau lakukan! Kalau sampai membawa wanita itu ke apartemenmu, Mama tidak akan segan membuatnya pergi dari kota ini!" ancam Ambar yang masih mengandalkan instingnya sebagai seorang ibu. Di pikirannya masih sama, ada seseorang di tempat tinggal putranya. Danendra yang ada di depannya hanya terdiam. Tidak mengiyakan, juga tidak membantah. "Baiklah! Kami pergi dulu!" Setelah itu, mobilnya pergi meninggalkan tempat itu. *** Di lorong apartemen yang nampak sepi, Danendra keluar dari lift, lalu berjalan menuju pintu unit apartemennya dengan langkah yang te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 156 Terima Kasih Marissa

    "Ini!" Tiba-tiba Marissa menyodorkan satu piring pada Danendra, juga satu gelas susu hangat yang sama dengan Mario. "Untukmu!" "Hah? Untukku? Lalu kau?" Danendra menjadi bingung. Awalnya dia pikir, Marissa tidak akan memberinya sarapan karena sekarang dirinya tidak punya pekerjaan dan diusir

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 154 Berubah

    "Apa kau menyesal?" Danendra mengulangi ucapannya. Ia menoleh ke samping, melihat Marissa yang sedang melamun. Entah wanita itu kecewa karena dirinya sekarang tidak lagi menjabat sebagai wakil presdir di perusahaan KJK Grup, ataukah kecewa karena hal lain. Yang jelas, ekspresi wajah itu ia bisa m

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 153 Sentuhan

    "Apa? Diculik? Apa kau anak kecil, bisa diculik dan dimintai tebusan? Jangan mengada-ngada, itu sama sekali tidak masuk akal! Siapa juga yang mau menculik orang dewasa sepertimu?" Danendra tidak percaya dengan penjelasan Marissa. Mungkin saja istrinya mengarang cerita agar perselingkuhan mereka t

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 158 Memutar Balikan Fakta

    Langit sudah mulai gelap. Di ruangan yang cukup luas dan nyaman dengan dekorasi modern berwarna coklat dan putih, Sely duduk di sofa yang empuk bersama dengan seorang pria. Ia sengaja menyewa satu kamar hotel itu hanya untuk membahas hal yang sangat penting. Sely duduk di sofa sambil melipat kedu

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status